Diagnosis infeksi sinus dibuat berdasarkan penilaian riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Membedakan sinusitis dari infeksi pernafasan atas yang sederhana atau pilek biasa adalah penting.
Sinusitis yang disebabkan oleh bakteri biasanya membutuhkan antibiotik untuk pengobatan. Sinusitis juga dapat disebabkan oleh virus (berarti antibiotik tidak akan membantu).
Infeksi saluran pernapasan atas dan pilek adalah penyakit virus. Mengobati infeksi virus dengan antibiotik tidak bermanfaat dan dapat menyebabkan resistensi antibiotik terjadi.
CT scan: Pada sebagian besar kasus, diagnosis sinusitis akut tidak memerlukan pengujian. Ketika pengujian ditunjukkan, CT scan akan dengan jelas menggambarkan semua sinus paranasal, saluran hidung, dan struktur sekitarnya. CT scan dapat menunjukkan infeksi sinus jika salah satu dari kondisi ini ada:
Tingkat cairan udara dalam satu atau lebih sinus
Total penyumbatan dalam satu atau lebih sinus
Penebalan lapisan dalam (mukosa) dari sinus
Penebalan mukosa dapat terjadi pada orang tanpa gejala sinusitis. Temuan CT scan harus berkorelasi dengan gejala seseorang dan temuan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis infeksi sinus.
Ultrasound: Alat diagnostik non-invasif lainnya adalah ultrasound. Prosedurnya cepat, dapat diandalkan, dan lebih murah daripada CT scan, meskipun hasilnya tidak terlalu rinci.
Jika gejalanya menetap meskipun terapi yang adekuat, rujukan ke otolaryngologist (THT) mungkin diperlukan.
Dokter THT dapat secara langsung memvisualisasikan nasal passages dan koneksi ke sinus dengan nasopharyngoscope, atau endoskopi sinus-nasal. Ini adalah tabung fiberoptik, fleksibel atau kaku yang dimasukkan melalui hidung dan memungkinkan dokter untuk melihat jalan masuk dan melihat apakah sinus terbuka dan mengalir dengan benar. Penyebab gangguan pernapasan anatomis juga dapat ditemukan, seperti septum hidung yang menyimpang, polip hidung, dan adenoid dan tonsil yang membesar.
Spesialis THT juga dapat mengalirkan sinus yang terkena untuk menguji keberadaan organisme. Ini adalah tes yang lebih invasif. Selama prosedur ini, dokter memasukkan jarum ke dalam sinus melalui kulit (atau gusi) dan tulang dalam upaya untuk menarik cairan, yang kemudian dapat dikirim ke laboratorium untuk biakan. Bakteri yang ada dapat diidentifikasi, seringkali dalam waktu kurang dari dua hari. Antibiotik dapat diberikan untuk pengobatan. Jika perlu, ketidaknyamanan diringankan oleh anestesi lokal. Prosedur pengeringan jarang digunakan, karena CT scan mungkin cukup untuk diagnosis sinusitis, dan antibiotik standar biasanya efektif bahkan ketika penyebab bakteri yang tepat tidak diketahui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar